Jumat, 16 Maret 2012

Wenger Bersyukur Van Persie Tak Dikartu Merah

Wenger Bersyukur Van Persie Tak Dikartu Merah 
London, Robin van Persie terlibat keributan kecil dengan Tim Krul saat Arsenal menghadapi Newcastle United. Arsene Wenger pun mengakui jika kaptennya itu bisa saja diusir keluar lapangan.

Insiden itu terjadi pertama kali saat Hatem Ben Arfa mencetak gol yang membawa Newcastle United. Kemudian Van Persie dan Krul terlibat lagi perdebatan saat Arsenal menyamakan kedudukan. Saking sengitnya bahkan keduanya harus dipisahkan oleh Mikel Arteta

Lalu kemudian Howard Webb yang menjadi wasit pun memberi keduanya kartu kuning. Diberitakan juga bahwa kedua pemain yang sama-sama berasal dari Belanda itu juga melanjutkan "debat" saat berada di lorong pemain usai pertandingan yang berakhir 2-1 untuk Arsenal.

Kejadian yang sebenarnya tidak harus terjadi karena dapat merugikan dan Wenger pun mengaku bersyukur jika akhirnya Van Persie tidak diberi kartu merah. Jika saja itu terjadi maka Arsenal akan merugi karena striker 28 tahun itu adalah mesin gol tim musim ini.

"Saya senang Robin hanya dikartu kuning dan tidak mendapat kartu merah. Saya tidak tahu apakah ini berita dari Belanda soal Krul atau hanya cerita sesaat. Mereka seperti terlihat sedikit gugup selama pertandingan," ungkap Wenger di Soccernet.

Sementara itu manajer Newcastle, Alan Pardew, menilai friksi antara Van Persie dan Krul wajar terjadi karena Krul kerap membuang-buang waktu.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada akhirnya. Ketika ada gol di menit akhir, itu membuyarkan semuanya. Ada perdebatan antara Van Persie dan kiper kami. Mungkin karena kiper kami terlalu lama saat mengambil satu atau dua tendangan gawang," tandas Pardew.

HATI-HATI PENIPUAN ATAS NAMA ANDI MALARANGENG!


andi malarangeng 
Penipuan kian marak belakangan ini, termasuk yang mencatut nama petinggi-petinggi negeri. Kabar terbaru datang dari menteri Pemuda dan Olah Raga yang namanya dicatut oleh oknum tidak dikenal. Beberapa laporan menyebutkan bahwa nama Andi Malarangengsebagai menteri pemuda dan Olah Raga disebut oleh seseorang yang menelpon pada beberapa orang dan meminta sejumlah uang. Bukan hanya namanya yang dicatut, penelpon ini juga mempunyai logat suara yang sangat mirip dengan menteri asal Makasar, Sulawesi Selatan ini.
Hal ini juga disampaikan pada website resmi kementrian Pemuda dan Olah Raga. Walaupun kasus penipuan jenis ini sudah banyak beredar di masyarakat, namun masih saja ada orang-orang yang percaya dan mentransfer sejumlah uang berdasarkan instruksi. Menpora sendiri mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut, untuk itu ia menghimbau agar masyarakat waspada. Sasaran penipuan ini sudah tentu adalah orang-orang yang berhubungan dengan kementrian Pemuda dan Olah Raga, untuk itu Andi Malarangeng memfokuskan pemberitahuan pada pimpinan OKB ataupun organisasi keolahragaan sehingga mereka harus waspada jika menerima telepon dari kantor Kemepora. Kemenpora sendiri tidak akan melakukan komunikasi yang bersifat penting melalui telepon, karena seperti kita tahu bahwa prosedur komunikasi antara lembaga lebih banyak menggunakan surat resmi.
Kasus penipuan seperti ini diyakini tidak hanya melalui telepon. Media internet juga dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Email merupakan hal yang utama, di mana ada email masuk yang mengatakan dari menteri tersebut dan menginstruksikan sesuatu yang ujung-ujungnya berhubungan dengan uang. Selain email, akun facebook ataupun twitter juga rentan terhadap pencatutan.
Menghadapi aksi penipuan lewat internet tersebut, menteri yang lahir pada tanggal 14 Maret 1963 ini menyatakan secara resmi bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki akun di jejaring sosial terbesar di dunia tersebut. Selain itu, emailnya yang beralamat di mallarangeng@yahoo.com juga sudah tidak diaktifkan lagi, sehingga jika Anda menerima email dari alamat di atas ataupun yang mengandung nama Andi Malarangeng, sudah dipastikan itu adalah scam yang ujung-ujungnya adalah penipuan.
Untuk lebih jelas, Anda bisa mengakses pernyataan resmi dari Anda Malarangeng di website http://www.kemenpora.go.id/.

Kamis, 15 Maret 2012

APAKAH NATURALISASI ITU? APA SYARAT DAN KETENTUANNYA?


 
Naturalisasi pemain seperti sedang menjadi tren di kancah sepak bola Internasional. Dengan dalih mengumpulkan bakal pesepakbola lokal yang terserak di luar negeri, banyak negara menggunakan pemain keturunan sebagai amunisi mereka. Naturalisasi adalah “merekrut” pemain-pemain yang bisa membela timnas kita dengan memberikan status WNI pada mereka. Indonesia juga ikut serta mengadaptasi strategi ini. El Loco Gonzalez serta Irfan Bachdim adalah dua rekrutan naturalisasi pertama di negeri ini.
Apa sebenarnya syarat naturalisasi sehingga pemain tersebut bisa memperkuat negara itu? Berikut ini syarat naturalisasi yang harus bisa dipenuhi oleh pemain tersebut sebelum memperkuat negara barunya.
  1. Syarat naturalisasi yang pertama adalah pemain bersangkutan sudah tinggal di negara yang berminat “merekrutnya”, tentu dalam kapasitas sebagai pemain. Masa tinggal tersebut memungkinkannya untuk mendapatkan kewarganegaraan di negara itu. Contoh naturalisasi pemain dengan tipe seperti ini adalah naturalisasi Christian Gonzales. El Loco telah tinggal lama di Indonesia bahkan memiliki istri orang asli Indonesia.
  2. Naturalisasi pemain dapat juga dilakukan dengan melacak garis keturunan dari pemain tersebut. Pemain tersebut bisa dinaturalisasi sepanjang memiliki darah Indonesia, bisa dari kakek/nenek atau ayah dan ibu. Pada kasus ini, syarat tinggal minimal diabaikan. Contoh kasus naturalisasi pemain seperti ini terlihat pada kasus naturalisasi Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan. Ayah Irfan Bachdim merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di Belanda dan beristrikan orang Belanda. Berdasarkan aturan garis keturunan, Irfan Bachdim bisa ditarik menjadi warga negara Indonesia tanpa harus tinggal lama di Indonesia.
  3. Pemain yang bersangkutan belum pernah memperkuat timnas sepakbola senior negara asalnya. Pemain di level junior masih bisa dinaturalisasi ke negara baru. Sebagai contoh, ada seorang pemain berdarah Indonesia yang bermain di Liga Serie A Italia. Pemain tersebut adalah Radja Nainggolan. Sayang sekali, Radja Nainggolan tidak akan pernah bermain untuk timnas Garuda. Menurut ketentuan Naturalisasi, Radha Nainggolan tidak bisa direkrut karena sudah pernah memperkuat timnas senior Belgia. Christian Gonzales dan Irfan Bachdim dapat direkrut ke timnas Merah Putih karena mereka berdua belum pernah membela timnas negara asal mereka di ajang resmi FIFA.

JENIS-JENIS PELINDUNG TUBUH UNTUK PENCAK SILAT

 

Pencak silat merupakan salah satu olah raga bela diri yang ekstrim dan bisa mengakibatkan cedera jika tanpa memakai pelindung tubuh. Karena begitu berbahaya, maka setiap pertandingan pasti menyertakan ketentuan-ketentuan yang harus diikuti, termasuk juga dalam hal pengamanan dan pelindung tubuh.
Berdasarkan ketentuan tersebut, ada beberapa jenis pelindung tubuh yang harus dipakai oleh atlet bela diri saat bertanding. Pelindung tubuh ini termasuk perlengkapan tanding dalam kategori pakaian.
Pelindung tubuh pertama adalah pelindung badan. Pelindung badan harus dipakai oleh setiap atlet bela diri. Pelindung badan ini biasanya berwarna hitam, lokasinya akan menutupi bagian dada, perut, punggung serta tubuh bagian samping dan berfungsi untuk melindungi bagian tubuh mulai dari leher ke bawah. Untuk perlindungan lebih, pelindung badan ini harus dilengkapi dengan sabuk berwarna merah atau hitam yang selain untuk melindungi bagian pinggang juga berfungsi untuk tanda pengenal sudut.
Pelindung tubuh yang juga harus dipakai oleh atlet pencak silat adalah pelindung sendi. Bela diri merupakan olah raga yang membuat tubuh aktif bergerak, mengakibatkan benturan lembut atau pun keras pada banyak anggota tubuh. Sendi merupakah area tubuh yang rawan, karena posisinya yang berada di depan ketika benturan tersebut terjadi. Atlet bela diri harus menyediakan pelindung sendi ini, yang berupa pelindung satu lapis dengan ukuran tipis agar gerakan atlet tidak lambat atau pun berat.
Selain sendi dan dada, bagian kemaluan juga merupakan organ yang rawan dengan benturan, tendangan atau pun tinju. Apalagi posisi kemaluan juga rentan dan akan langsung dalam posisi terbuka ketika atlet menyerang lawan dengan tendangan. Untuk itu, setiap atlet juga harus memakai pelindung kemaluan ketika bertanding. Untuk atlet pria, tersedia pelindung tubuh yang berbentuk celana dalam dengan bagian tebal di depan tepatnya di bagian kemaluan. Pelindung ini terbuat dari bahan plastik, biasanya berwarna putih. Atlet wanita juga harus memakai pelindung kemaluan. Pelindung ini berupa pembalut khusus, yang berfungsi sebagai bantalan pelindung jika terjadi benturan.
Pelindung tubuh di atas sesuai dengan peraturan pertandingan, namun selain itu ada juga beberapa pelindung tambahan seperti pelindung kaki. Pelindung kaki ini berupa selongsong yang dipasang pada kaki, menutupi kaki mulai dari bagian lutut hingga telapak kaki dan hanya terbuka pada bagian jari-jari kaki. Pelindung kaki berfungsi untuk melindungi tulang kering terhadap benturan. Tulang kering rawan dengan kecelakaan, selain itu jika terkena benturan atlet akan merasakan kesakitan yang luar biasa dan bisa mengacaukan pertandingan. Pelindung tangan juga dianjurkan, biasanya berupa selongsong yang menutupi lengan bagian siku ke bawah hingga pergelangan tangan.

PERKEMBANGAN ATLETIK DI INDONESIA

 

Atletik merupakan olahraga yang terdiri dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi olah raga lari, olah raga lempar, dan olah raga lompat. Cabang atletik cukup banyak seperti lari jarak pendek, lari jarak jauh, lari estafet, lompat indah, lompat galah, lembar lembing, dan lain-lain.
Sejarah atletik Indonesia bermula pada saat Pemerintah Hindia Belanda (di tahun 1930) memasukkan olahraga Atletik sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di sekolah-sekolah saat itu. Saat itu belum banyak masyarakat mengenal olah raga atletik. Pada tahap awalnya atletik Indonesia hanya dikenal di lingkungan pendidikan saja. Seiring berjalannya waktu, olahraga atletik makin digemari oleh masyarakat Indonesia.
Organisasi yang bernama Nederlands NIAU (Indische Athletiek Unie). Organisasi ini akan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik, merupakan organisasi atletik pertama yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda.
Pada tahun 1930-an di Medan juga didirikan organisasi atletik dengan nama Sumatera Athletiek Bond (SAB). Organisasi ini bertugas dalam menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik di sekolah Mulo, HBS dan sekolah swasta lainnya.
Di Pulau Jawa, perkembangan olah raga atletik ditandai dengan berdirinya bermacam organisasi atletik seperti IAC di Jakarta dan ABA di Surakarta. Dalam waktu yang tidak lama, Indonesia berhasil menunjukkan prestasinya dalam bidang atletik di dunia internasional. Beberapa atlet yang berprestasi di awal perkembangan atletik diantaranya: Tomasoa, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Effendi Saleh, Mochtar Saleh, Mohd. Abdulah dan Rorimpandey.
Karena prestasi Indonesia di bidang atletik yang semakin bagus, maka pada tanggal 3 September 1950 di Semarang dibentuklah sebuah organisasi yang menaungi bidang olah raga atletik yang bernama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Eksistensi organisasi ini terbukti dengan berhasilnya diadakan perlombaan altetik pertama di bawah koordinasi PASI pada tahun yang sama.
Saat ini PASI telah berhasil membawa Indonesia memenangkan olah raga cabang atletik di berbagai kompetisi internasional. Puncaknya adalah Sea Games tahun 1987, Indonesia berhasil membawa 17 medali emas. Sampai tahun 2007, prestasi Indonesia terus menurun. Namun PASI tetap berusaha membimbing bibit unggul demi memperbaiki prestasi Indonesia. Akhirnya pada Sea Games Desember 2009, Indonesia berhasil meningkatkan prestasinya dengan membawa 7 medali emas di cabang atletik ini. 7 emas memang belum sebanding dengan tahun 1987, namun PASI yakin di Sea Games berikutnya Indonesia akan menunjukkan prestasi yang lebih baik.